Parengan – Ratusan masyarakat Desa Ngawun, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, sangat berantusias untuk melakukan acara keleman. Hal ini terlihat dari senyum yang tergambar dari seluruh masyarakat yang hadir. Minggu (19/01/2025).
Acara keleman sendiri merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Ngawun setiap tahunnya. Acara tersebut dilakukan untuk mengajak para petani bersyukur atas nikmat dari yang maha kuasa, sekaligus agar nantinya panen yang dihasilkan bisa melimpah.
Menurut Bapak Darmoko, Kepala Desa Ngawun, jika kegiatan kali ini diharapkan bisa menjadi tolak balak untuk warga setempat dengan banyak bersedekah.
“Acara tasyakuran keleman jadi bagian dari uri-uri kebudayaan adat istiadat yang berlaku, ini berlaku mulai dari 2015 acara seperti ini kita mengajak para petani untuk bersyukur atas nikmat dari yang maha kuasa suapaya panennya melimpah karena tentu dengan banyak bersedekah akan menjadi tolak balak,” terangnya Kades Ngawun.
Selain itu, makna lain dari kegiatan yang dilaksanakan di halaman rumah kepala Desa Ngawun tersebut ialah untuk tingkepan. Yang artinya tradisi ini dilakukan ketika tanaman padi dalam masa mbobot/hamil atau mulai keluar bulirnya.
Dalam tradisi keleman ini, yang dibawa atau disuguhkan oleh masyarakat ialah ambeng istilah jawanya yaitu seperti nasi, pala pendem (hasil bumi), uler-uler atau pleret serta aneka jajan tradisional. Dalam hal ini, jajanan yang menjadi ciri khas dalam tradisi tersebut adalah pleret atau uler-uler.
“Alhamdulillah masyarakat antusias ada 50 keluarga tadi yang ikut, karena dari tahun ke tahun juga ada dinamika jadi yang ikut agak kurang banyak. Jadi tahun depan kita akan kemas lebih banyak dan bagus lagi,” terangnya.
Sementara Mbah Mudi panggilan akrabnya, selaku sesepuh Desa Ngawun mengungkapkan, bahwa kegiatan keleman ini bertujuan untuk menghormati tanaman yang sedang hamil, agar bisa melimpah dan petani selamat terhindar dari mara bahaya. Sekaligus tanaman bisa terhindar dari hama penyakit.
“Harapannya para petani bisa aman dan banyak rejeki, karena jika banyak rejeki bisa dibuat membangun rumah dan biaya sekolah ataupun ngaji,” tutupnya.
Home Uncategorized PERTAHANAN BUDAYA LELUHUR, BHABINKAMTIBMAS DESA NGAWUN HADIR KEGIATAN KALEMAN SEBAGAI WUJUD RASA...







