Senori – Seorang warga berinisial SU berusia 59 tahun asal Kebayoran Baru Jakarta Utara dimakamkan secara prosedur Covid-19 di makam umum Desa Wonosari Kec, Senori karena terpapar Covid-19, Sabtu (5/2/2022) pagi.
Sebelumnya almarhum menjalani perawatan di RSAL Mintohardjo Jakarta karena mengeluh badannya panas dan mengalami sesak napas.
Kapolres Tuban AKBP Darman, S.I.K., melalui Kapolsek Senori AKP Ali Kanapi, S.H., membenarkan atas kejadian ini, “Iya benar, tadi pagi sekitar jam 04.00 Wib, personel dari Polsek Senori bersama Koramil, Satpol PP dan Puskesmas melakukan pengamanan dan monitoring pemakaman jenazah yang terpapar Covid-19”, katanya.
Ali Kanapi menjelaskan kronologisnya, “Hari Jum’at sekira jam 17.00 Wib, kami mendapatkan kabar dari pihak Puskesmas Senori bahwa pasien yang berstatus COVID-19 berinisial SU warga Kebayoran Baru Jakarta meninggal dunia dan oleh pihak keluarga dimakamkan di Desa Wonosari Kec, Senori,” jelasnya.
Kapolsek menambahkan terkait pemakamannya menggunakan protokol Covid-19. “Karena hasil dari ted swap antigen almarhum positif Covid-19, pihak RS melakukan pemakaman menggunakan protokol covid-19”, tambahnya.
“Sehingga Personel Polsek Senori bersama Koramil, Satpol PP dan Puskesmas Senori melakukan pengamanan dan monitoring pemakaman almarhum,” lanjut Ali.
Ditempat terpisah, Camat Senori Drs. Minto Bachtiar turut prihatin atas kejadian ini, “Kita kembali lagi berduka, dimana hari ini ada saudara kita meninggal dunia yang diduga terpapar virus Corona ini,” katanya.
Atas kejadian ini, Camat Senori menghimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin mentaati protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Corona, apalagi saat ini ada varian baru Omicron yang sangat mudah menular. Oleh karenanya kita harus disiplin mentaati protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran dan pengendalian Covid-19.
“Atas kejadian ini, mari kita sama-sama untuk tetap waspada, dan patuhi arahan pemerintah,” ajaknya.
“Dan selalu menggunakan masker saat diluar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun dan mari menerapkan Phycsical Distancing yaitu dengan menjaga jarak, semua itu kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini,” lanjut Minto.









