TUBAN, Kenduruan,- Unit Reserse Kriminal Polsek Kenduruan Polres Tuban melaksanakan pemantauan harga beras dan sembako di wilayah Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban, Selasa (12/5/2026) pukul 11.30 WIB.
Kegiatan dipimpin AIPTU Sumarno, S.H. dan AIPTU Suwarso. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran.
Hasil pengecekan di sejumlah toko dan mini market menunjukkan harga beras relatif stabil. Beras merek Gurame, Rojo Lele, Teratai, dan Jambu Mente dipatok Rp14.000/kg. Beras Ketan Super Rp17.000/kg, Ketan biasa Rp14.000/kg, sedangkan beras kualitas bagus Rp12.000/kg dan kualitas biasa Rp11.000/kg.
Untuk komoditas sembako lain, harga tercatat sebagai berikut:
Cabai : keriting Rp20.000/kg, rawit merah Rp60.000/kg, rawit hijau Rp25.000/kg
Bawang : merah Rp25.000/kg, putih Rp33.000/kg
Minyak Goreng : curah Rp17.000/liter, kemasan Rp20.000-Rp23.000/liter
Daging : sapi Rp120.000/kg, ayam potong Rp40.000/kg
Lainnya : telur ayam Rp26.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, gula merah Rp16.000/kg, kopi Rp38.000/kg
LPG 3 Kg: Rp18.000-Rp20.000
Dari hasil pemantauan, Unit Reskrim Polsek Kenduruan menyatakan tidak ditemukan beras oplosan di wilayah Kenduruan. Stok beras dan sembako juga terpantau aman dan tercukupi.
“Di wilayah Kecamatan Kenduruan tidak ditemukan adanya kelangkaan sembako dan tidak terjadi kepanikan masyarakat dalam membeli sembako. Di beberapa toko dan mini market di luar Kecamatan Kenduruan stok masih tersedia,” tulis laporan kegiatan.
Kapolres Tuban AKBP Alaiddin, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Kenduruan AKP Teguh Triyo Handoko, S.H., M.H., M.A.P. menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini rutin dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
“Pelaksanaan kegiatan berjalan aman dan kondusif. Kami akan terus pantau agar tidak ada spekulan yang bermain harga, terutama menjelang momen rawan kenaikan,” ujar AKP Teguh.
Polsek Kenduruan mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying karena stok kebutuhan pokok di wilayah Kenduruan masih aman. (eko/wono).







