Senori – Anggota Polsek Senori Polres Tuban mendapatkan permintaan untuk menjadi pembina upacara di SDN 1 Desa Kaligede Kecamatan Senori, Senin (20/11/2023) pagi. Amanat yang diberikan kepada peserta upacara pun sangat jelas, yakni mengimbau agar pelajar menjauhi perilaku menyimpang, seperti bullying atau perundungan dan tawuran.
“Salah satunya adalah Wakapolsek Senori Polres Tuban Ipda Joko Susanto, S.H., yang menjadi pembina upacara di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Desa Kaligede,” kata Kapolres Tuban AKBP Suryono, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Senori Kompol Ali Kanapi, S.H.
Dia menjelaskan, Polsek Senori secara rutin memberikan penyuluhan kepada para pelajar di beberapa tingkat sekolah mulai dari jenjang SD/MI sampai dengan SLTA/SMK sederajat. Terbaru yang kita laksanakan di SDN 1 Desa Kaligede Kecamatan Senori.
“Kami menggandeng sekolah untuk bekerjasama dalam meningkatkan kedisiplinan para pelajar, salah satunya dengan hadir menjadi pembina upacara di sekolah-sekolah, agar pesan-pesan kamtibmas dapat tersampaikan,” ujarnya.
Menurut dia, aksi kenakalan anak-anak dan remaja yang kerap melibatkan pelajar perlu penanganan dan perhatian dari semua pihak, demi terwujudnya generasi muda yang taat dan patuh terhadap peraturan dan hukum yang berlaku.
“Kami menyadari tidak dapat bekerja sendiri, diperlukan dukungan dari semua pihak, termasuk dari para pendidik dan orang tua, agar pelajar tetap dalam pengawasan dan tidak terjerumus kasus kriminalitas,” pungkas Kapolsek Senori.
Kepala SDN 1 Kaligede Eni Muhibatuzuhro mengatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan pembinaan dan penyuluhan dari Polsek Senori kepada anak didik di sekolah yang dipimpinnya.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini, supaya anak-anak (pelajar) memang terkondisi bisa tertib, baik di sekolah maupun di luar sekolah,” kata Eni
Untuk mencegah kenakalan anak-anak, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek Senori dengan kerjasama yang telah disepakati dalam nota MoU antara Kapolsek Senori dan Kepala Sekolah. Salah satunya dengan pelaksanaan Upacara Bendera dengan Pembina Upacara dari Kepolisian.
“Supaya kegiatan yang merugikan seperti penyimpangan perilaku anak, yang barangkali ingin mencari jati diri melalui kegiatan yang tidak bermanfaat ini bisa diatasi, atau kami cegah sedini mungkin,” imbuhnya.








