Cegah PMK Kapolsek Senori Polres Tuban Polda Jatim Didampingi Anggota Bhabinkamtibmas Memberikan Edukasi Kepada Pemilik Ternak

0
47

Senori – Kembali merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak seperti kambing, domba dan sapi menjadi perhatian serius pemerintah. Tidak terkecuali dengan jajaran Kepolisian khususnya di Polsek Senori Polres Tuban Polda Jatim.

Dimana Kapolsek Senori Polres Tuban Iptu Sudjarwo, S.H., yang didampingi oleh Kanit Intelkam Aiptu Mafud Efendi,  Kanit Binmas Aiptu Widodo dan anggota Bhabinkamtimas Bripda Rifky Syahroni turun langsung ke bawah untuk memberikan edukasi pencegahan PMK kepada pemilik ternak.

Seperti yang terlihat di kandang sapi milik Sukaha warga Desa Medalem Kecamatan Senori. Ditempat tersebut Kapolsek Senori Iptu Sujarwo memberikan himbauan kepada pemilik ternak untuk memberikan vaksin secara mandiri kepada ternak-ternaknya. Tidak lupa Kapolsek juga memberikan tips bagaimana memelihara ternak tetap sehat tanpa kawatir terkena penyakit seperti PMK.

Kapolres Tuban AKBP Oskar Syamsuddin, S.I.K., M.T., melalui Kapolsek Senori Iptu Sudjarwo, S.H., mengatakan bahwa Polsek Senori bersama instansi terkait mensosialisasikan kepada pemilik hewan ternak tentang langkah apa saja yang dibutuhkan untuk mencegah penyebaran  Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan yang dipelihara oleh masyarakat.

“Kami memberikan edukasi kepada para pemilik hewan ternak terkait pencegahan penyebaran virus penyakit PMK mengingat saat ini penyakit tersebut kembali menyerang ternak milik warga,” terangnya, Selasa (14/1/2025).

Kita juga mengimbau agar warga memberikan vaksin secara mandiri dan  masyarakat khususnya peternak tidak perlu panik dengan penyakit mulut dan kuku ini. Kami berharap masyarakat peka akan perkembangan dan cara mengatasi akan wabah penyakit tersebut, tambah Iptu Sudjarwo.

Sementara itu Sukaha (38 th) salah seorang pemilik ternak di Desa Medalem menyampaikan rasa terimakasihnya atas upaya edukasi dan tips memelihara hewan ternak yang telah diberikan oleh Kapolsek Senori. Menurutnya ilmu yang didapatkan sangat berguna untuk mencegah penyakit pada hewan peliharaanya.

“Desa kami tidak ada peternakan skala besar, akan tetapi sebagian besar warga mempunyai hewan ternak kususnya sapi dan kambing. Kami selaku warga berharap edukasi seperti ini bisa dilakukan secara berkelanjutan,” imbaunya.

Dari keterangan Sukaha ternaknya yang berjumlah 8 ekor sebagian khususnya yang indukan sudah pernah divaksin pada tahun 2024 lalu. Akan tetapi sosialisasi dan edukasi dari pemerintah tetap dibutuhkan oleh warga agar warga dapat mengantisipasi penyakit yang dapat menyerang ternaknya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here