Senori – Dalam rangka mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Anggota Bhabinkamtimas Polsek Senori Polres Tuban Polda Jatim Bripda Rifki Syahroni Al Maftoriq bersama Kepala Desa (Kades) Wanglu Kulon Darmono memberikan binluh kepada warga pemilik ternak sapi di Dusun Gayu Desa Wanglu Kulon Kecamatan Senori, Selasa (4/2/2025) pagi.
Dalam kesempatan tersebut Bripda Rifki Syahroni bersama Kades Wanglu Kulon memeriksa kesehatan sapi dan kondisi kandangnya. Keduanya juga menyampaikan himbauan terkait pencegahan terhadap merebaknya kembali PMK yang menyerang hewan berkuku genap atau belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, yang biasa dipelihara oleh warga.
Menurut Kapolres Tuban AKBP Oskar Syamsuddin, S.I.K., M.T., melalui Kapolsek Senori Iptu Sudjarwo, S.H., merebaknya kembali PMK yang menyerang hewan ternak milik warga disebabkan salah satunya karena cuaca yang tidak menentu sehingga virus PMK mudah sekali menginfeksi ke hewan ternak, khususnya hewan berkuku genap seperti sapi dan kambing.
Gejala PMK pada sapi dan kambing biasanya akan terlihat lebih jelas dibandingkan hewan lain. Hewan ternak yang telah terinfeksi PMK suhu badan meningkat antara 40⁰C, mulutnya mengeluarkan busa, kaki pincang dan nafsu makan menurun.
“Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah penyebaran PKM ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kesehatan yaitu dengan pemberian vitamin pada hewan, menjaga kebersihan kandang, menyemprotkan disinfektan di sekitar kandang,” jelas Kapolsek Senori.
Iptu Sudjarwo juga menghimbau agar warga masyarakat tidak perlu panik karena penyakit PMK tidak menular pada manusia, kalau ada hewan yang sakit agar segera menghubungi dokter hewan terdekat, agar segera mendapatkan pengobatan dengan baik.
“Untuk saat ini dihimbau kepada warga untuk memberikan vaksin kepada hewan ternak secara mandiri karena pandemi PMK sudah dinyatakan berakhir pada tahun 2024,” pungkasnya.











