seopini.com – Berubahnya air bengawan Solo di Lamongan berdampak bagi petani. Diketahui air Bengawan Solo belum memenuhi syarat untuk kebutuhan pertanian dan budidaya perikanan.
Plt Asisten Ekbang Pemkab Lamongan, Pujo Broto Awan P membenarkan pihaknya mengeluarkan edaran terkait kondisi air sungai Bengawan Solo yang dikirim ke seluruh Camat. Karena beberapa petani berharap untuk menggunakan air Bengawan Solo untuk sawah dan tambak (18/12/2019)
Edaran itu berisikan agar Camat di seluruh Lamongan memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak dulu memanfaatkan air sungai Bengawan Solo untuk pertanian dan perikanan.
Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Perum Jasa Tirta melakukan pengujian laboratorium dan hasil sementara kualitas air Bengawan Solo belum memenuhi syarat untuk pertanian dan perikanan. Saat ini masih menunggu hasil laboratorium yang lengkap.
Pujo mengatakan bahwa pemkab Lamongan bersama Perum Jasa Tirta I terus mengupayakan agar kualitas air sungan Bengawan Solo di Lamongan segera normal dan dapat digunakan lagi untuk pertanian dan budidaya perikanan.
Perubahan warna air sungai menjadi coklat kehitaman sejak Selasa (10/12/2019). Perubahan warna ini sempat masuk ke PDAM Lamongan yang menjadikan air Sungai Bengawan Solo sebagai air baku ini sudah berangsur – angsur normal.









