Waspadai Cuaca Ekstrim Nelayan Banyuwangi Tidak Melaut

0
221
Sebuah kapal nelayan menerjang ombak usai melaut di laut jawa, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (9/2). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tegal menghimbau kepada kapal kecil untuk tidak melaut sepekan mendatang karena ketinggian ombak di laut jawa mencapai satu hingga tiga meter, namun sebagian nelayan kapal kecil nekat melaut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/pd/17

seopini.com – Sejumlah nelayan di Banyuwangi mewaspadai cuaca ekstrem Mereka memilih tidak melaut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Propinsi Jawa Timur memprediksi adanya gelombang tinggi di Laut Selatan Jawa dalam sepekan ke depan. Yakni berkisar antara 1,5 hingga 3 meter.

Sedangkan di laut Selat Bali berkisar antara 1 hingga 2 meter. Hal ini perlu diwaspadai untuk aktivitas pelayaran. Imbas dari peringatan cuaca ekstrem tersebut, nelayan di Pantai Grajagan dan Pancer tidak ada yang pergi melaut.

“Di wilayah itu (Pancer dan Grajagan) tidak ada nelayan yang kerja mencari ikan,” kata Abidin, Ketua Nelayan di TPI Kecamatan Muncar kepada wartawan, Rabu (8/1/2020).

“Kalau di Selat Bali masih ada beberapa nelayan yang mencari ikan. Kalau menuju ke tengah mereka masih belum berani,” tambahnya.

Krisna (30), salah seorang nelayan Muncar mengaku tetap nekat melaut, meskipun ada informasi dari BMKG Jawa Timur terkait cuaca ekstrem. Mereka yang pergi melaut, kata dia, hanya sebagian nelayan dengan perahu yang berukuran kecil. Mereka biasanya mencari lobster dan kepiting.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here