seopini.com-polrestubanpoldajatim Bertempat di Balai Desa Compreng, Kapolsek Widang AKP Totok Wijanarko, S.Pd., bersama Forkopimka menghadiri kegiatan Konferensi Kades dan Sekdes se Kecamatan Widang, Kamis (18/02/2021).
Selain Kapolsek bersama Forkopimka, hadir dalam kegiatan tersebut, dr. Yusnita (Kapuskesmas Compreng), Kades Sekdes se Kecamatan Widang, Pimpinan Dinas dan Instansi di Kecamatan Widang dan Para undangan yang berjumlah 40 orang.
Setelah dibuka, dalam sambutannya Camat Widang menyampaikan bahwa Pelaksanaan PPKM Mikro ini adalah perintah presiden langsung maka dari itu perlunya dukungan penuh dari kita semua.
” Kades harus membentuk posko desa dan ditindaklanjuti dengan surat kepala desa. Sedangkan dana desa berupa bantuan langsung tunai desa, paling sedikit 8% dari baku dana desa, ” ucapnya.
Sementara
untuk Kampung Tangguh Semeru, fungsinya hampir sama dengan pembentukan
posko Covid’19 di desa. untuk zonasi terkait Posko covid yaitu zona
hijau bahwa tidak ada kasus covid di RT tersebut. Zona kuning bahwa ada
1-5 kasus covid di RT tersebut.
”
Lalu Zona Orange bahwa ada 6-10 kasus covid d RT tersebut. Dan terakhir
Zona Merah bahwa ada 11 lebih kasus di RT tersebut. Penggunaan dana
desa bisa dialokasikan untuk penanganan covid dan ppkm mikro, ” imbuh
camat Widang.
Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Danramil Widang yang menyatakan untuk bekerjasama dalam memutus rantai penyebaran covid 19 dalam berbagai bentuk kegiatan yang positif.
” Menghadapi pelaksanaan Vaksinasi jangan sampai ada yang terpengaruh oleh berita hoax karena ini adalah kebijakan negara. Disinggung pula mengenai Kali Avour Kuwu, kedepannya kita harus memiliki pembersih sungai untuk meminimalisir intensitas banjir di Wilayah Widang, ” ucapnya.
Sedang dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Widang menyoroti Pelaksanaan PPKM Mikro termasuk update confirm positif baik itu isolasi/perawatan di rumah ataupun di rumah sakit.
” Kemudian tentang anggaran yang telah disampaikan oleh Camat Widang agar ditindaklanjuti. Disinggung pula potensi Cuaca saat ini, di Wilayah Widang harus di waspadai karena kita tidak bisa memprediksi apakah akan terjadi bencana alam, mengingat potensi kerawanan ada di desa pinggir sungai Bengawan solo,” ungkapnya.
Hal lain yang menjadi perhatian Kapolsek adalah keberadaan setrum tikus, mengingat tidak sedikit warga yang mengalami kecelakaan/ korban meninggal akibat setrum tikus di persawahan.
”
Sebagai informasi, Kapolsek AKP Totok Wijanarko juga menyampaikan bahwa
pembangunan Polsek Widang yang baru, yang berada di Desa Compreng baru
akan dilanjutkan kembali pada besok hari jumat(19/02/2021) setelah
tertunda karena situasi Pandemi Covid’19, ” pungkas Kapolsek.








