Polres Tuban – Forkompimca Kenduruan menggelar upacara memperingati hari Pahlawan 2017 di halaman kantor Kec. Kenduruan, Kab. Tuban, Jum’at, (10 Nopember 2017) pukul 07.30 WIB.
Upacara mengambil tema “ Perkokoh Persatuan Membangun Negeri” dengan Irup Kapolsek Kenduruan AKP Tamami, S.H dan Komandan Upacara AIPTU Asyik Hendro Bawono yang diikuti oleh Forkompimcam Kenduruan, Kepala Desa, perwakilan TNI/Polri, Korpri, pelajar SD, SMP dan SMA kurang lebih 300 peserta upacara.
Upacara di awali dengan Pengibaran Bendera merah putih oleh Siswa SMA Negeri 1 Kenduruan, di lanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang di pimpin langsung oleh Inspektur Upacara di lanjutkan dengan Pembacaan teks Pancasila.
Dalam amanatnya, Kapolsek Kenduruann membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia yang menyampaikan bahwa perjuangan untuk mendirikan NKRI yang saat ini menjadi bangsa berdaulat dan terhormat bukan hadiah atau pemberian dari pihak manapun. Tetapi melalui proses perjuangan yang sangat panjang, heroik dan pengorbanan besar dari para pejuang dan pahlawan.
Oleh karenanya, kita sebagai generasi penerus bangsa harus memaknai peringatan hari pahlawan sebagai refleksi keyakinan jati diri bangsa yang bermartabat diinspirasi oleh pejuang yang telah gugur di medan pertempuran.
Peringatan hari Pahlawan yang bertema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri” untuk mengingatkan kembali kepada kita semua khususnya generasi muda agar nilai-nilai kejuangan yang telah dibangun tidak boleh dilupakan sampai kapanpun. Apalagi menghadapi dinamika perubahan yang berkembang dalam kehidupan yang saat ini dihadapkan kepada berbagai permasalahan sosial seperti kemiskinan, ketelantaran, pengangguran, korban bencana, konflik antar warga dan masalah yang mengganggu keharmonisan berbangsa dan bernegara disegala aspek, jelasnya
Untuk itu Menteri Sosial Republik Indonesia menghimbau kepada semua elemen masyarakat agar saling bahu membahu dan bersama-sama melakukan segala upaya menjadikan Indonesia menjadi negara yang berdaulat, adil, makmur dan sejahtera. Modal yang harus diperkuat adalah menjaga jati diri sebagai bangsa yang hebat untuk membangun negeri yang kuat, kokoh dan harmonis dalam bingkai NKRI.
Semangat kepahlawanan dan kejuangan yang direpresentasikan dalam bentuk cinta tanah air, pantang menyerah, peduli dan berbagi, serta toleransi menjadi sumber motivasi untuk mengatasi serta menyelesaikan berbagai tantangan dan masalah yang dihadapi disaat ini dan mendatang, tutupnya.
Upacara dilaksanakan dengan sederhana namun kidmat dan berakhir dalam keadaan aman tertib pada pukul 08.30 WIB.








