PERTAHANAN BUDAYA LELUHUR, FORKOPIMKA HADIR KEGIATAN KALEMAN DI DESA BRANGKAL KEC. PARENGAN SEBAGAI WUJUD RASA SYUKUR WARGA DESA BRANGKAL.

0
49

Parengan – Ratusan masyarakat Desa Brangkal Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban, sangat berantusias untuk melakukan acara keleman. Hal ini terlihat dari senyum yang tergambar dari seluruh masyarakat yang hadir. Jum’at (07/02/2025). 
Acara keleman sendiri merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Brangkal setiap tahunnya. Acara tersebut dilakukan untuk mengajak para petani bersyukur atas nikmat dari yang maha kuasa, sekaligus agar nantinya panen yang dihasilkan bisa melimpah. 
Menurut Bapak Zainal Muttaqin, S. Pd, selaku kepala Desa Brangkal, jika kegiatan kali ini diharapkan bisa menjadi tolak balak untuk warga setempat dengan banyak bersedekah. 
“Acara tasyakuran keleman jadi bagian dari uri-uri kebudayaan adat istiadat yang berlaku, ini berlaku mulai dari 2010 acara seperti ini kita mengajak para petani untuk bersyukur atas nikmat dari yang maha kuasa suapaya panennya melimpah karena tentu dengan banyak bersedekah akan menjadi tolak balak,” terangnya Kades Brangkal. 
Selain itu, makna lain dari kegiatan yang dilaksanakan di halaman rumah kepala Desa Brangkal tersebut ialah untuk tingkepan. Yang artinya tradisi ini dilakukan ketika tanaman padi dalam masa mbobot/hamil atau mulai keluar bulirnya. 
Dalam tradisi keleman ini, yang dibawa atau disuguhkan oleh masyarakat ialah ambeng istilah jawanya yaitu seperti nasi, pala pendem (hasil bumi), uler-uler atau pleret serta aneka jajan tradisional. Dalam hal ini, jajanan yang menjadi ciri khas dalam tradisi tersebut adalah pleret atau uler-uler. 
“Alhamdulillah masyarakat antusias ada 100 keluarga tadi yang ikut, karena dari tahun ke tahun juga ada dinamika  jadi yang ikut semakin banyak. Jadi tahun depan kita akan kemas lebih banyak dan bagus lagi,” terangnya. 
Sementara Mbah Modin Karimin panggilan akrabnya, selaku sesepuh Desa Brangkal mengungkapkan, bahwa kegiatan keleman ini bertujuan untuk menghormati tanaman yang sedang hamil, agar bisa melimpah dan petani selamat terhindar dari mara bahaya. Sekaligus tanaman bisa terhindar dari hama penyakit. 
“Harapannya para petani bisa aman dan banyak rejeki, karena jika banyak rejeki bisa dibuat membangun rumah dan biaya sekolah ataupun naik haji,” tutupnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here