Parengan – Anggota Polsek Parengan Bripka Kasuri selaku petugas Polmas Desa Sukorejo Kecamatan Parengan bersama Babinsa Serda Majid menghadiri Gladen Tari daro sanggar seni ngrepto raras menggelar pertunjukan untuk melakukan uji kompetensi terhadap generasi yang gemar melestarikan tradisi dan budaya. Sabtu (25/01/2025) malam.
Ya, setelah mendapatkan materi pembelajaran selama satu tahun, para anggota generasi pelaku seni tersebut mengimplementasikan materi yang mereka dapatkan melalui pertunjukan tari. Adapun para peserta Gladen Tari diikuti oleh para anak pelajar dari TK, SD/MI, SMP dan SMA dari beberapa RT di wilayah Desa Sukorejo Kecamatan Parengan. Para anggota sanggar ini terbagi menjadi beberapa tim. Mereka membawakan berbagai macam tarian, mulai dari tarian tradisional hingga tarian modern.
Acara Gladen Tari yang diselenggarakan oleh sanggar seni Ngrepto Raras di hadiri oleh Sekretaris Camat Parengan Drs. Pariyadi, Kepala Desa Sukorejo ibu Wiwik Hartatik, S.E., Petugas Polmas Desa Sukorejo Bripka Kasuri, Babinsa Serda Majid, panitia, para peserta tari dan para undangan serta masyarakat Desa Sukorejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban.
Adanya uji kompetensi ini semata-mata dilakukan demi meningkatkan kualitas para anggotanya. Ada empat materi yang diberikan dalam setiap kelas. Dari empat materi tersebut, setidaknya ada satu materi yang diujikan sesuai dengan apa yang mereka dapatkan selama pembelajaran.
Begitu juga dengan penilaiannya, ada empat indikator yang menjadi acuan penilaian, yaitu rogo atau teknik. Penilaian ini memperhatikan teknik gerakan yang dibawakan oleh peserta. Bagaimana peserta bisa membawakan teknik gerakan sesuai dengan karakter lagu. Kemudian, yang kedua yakni iromo, atau ketepatan irama. Penilaian ini memperhatikan kesesuaian antara gerakan dan musik yang dibawakan. Ketiga adalah wiriso, atau kesesuaian tema tari dengan ekspresi penari atau mimik wajah.
“Uji kompetensi ini merupakan salah satu ujian dari tarian yang sudah dipelajari,” kata Eko Hardoyo, pimpinan Sanggar Ngrepto Raras.Para anggota yang mengikuti uji kompetensi ini nantinya mendapatkan sertifikat dan nilai rapor sesuai hasil belajar yang mereka lakukan. Oleh karenanya, hasil dari ujian ini juga dibedakan dalam beberapa kategori atau predikat.
Kegiatan uji kompetensi memang sudah biasa dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Meski pembelajaran di sanggar tak memiliki kurikulum yang detail seperti di lembaga pendidikan, namun para anggota sanggar tetap diberi pelatihan khusus. Mereka sengaja dilatih bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan individu atau skill, namun lebih kepada upaya dan semangat dalam melestarikan budaya daerah agar tidak luntur. “Karena sekarang zamannya sudah serba digital, maka pembelajaran di sanggar juga perlu ditingkatkan dengan cara pelatihan atau uji kompetensi seperti ini,” ujarnya.
Eko Hardoyo pun berharap, dari uji kompetensi yang ia lakukan, anak-anak didiknya tersebut bisa memberikan manfaat dan inspirasi untuk anak muda lainnya. “Semoga bisa menularkan semangat buat anak-anak yang lain, agar semakin banyak anak yang mau melestarikan budaya kita,” pungkasnya.
Home Uncategorized ANGGOTA POLSEK PARENGAN MENGHADIRI GIAT GLADEN TARI DARI SANGGAR SENI NGREPTO RARAS...








