Senori – Dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang pelaksanaan pesta demokrasi Pemilu 2024. Kapolsek Senori Polres Tuban Polda Jatim Iptu Bambang Edi Nofantoro, S.H., yang didampingi oleh Wakapolsek Ipda Joko Susanto, S.H., dan Kanit Intelkam Aiptu Mafud Efendi melaksanakan silaturrahmi ke Alim Ulama yang ada di wilayah Kecamatan Senori.
Bertempat di ruang tamu kediaman K.H. Abdullah Hasyim, L.C., S.Pd., yang beralamat di Desa Sendang Kecamatan Senori. Kapolsek Senori melaksanakan silaturahmi dan berdialog dengan ulama yang juga pengasuh Ponpes Al Hasaniyah Desa Sendang.
Pada kesempatan tersebut Kapolsek memperkenalkan diri sebagai pejabat Kapolsek baru Polsek Senori serat menitipkan pesan Kamtibmas kepada Pengasuh Ponpes untuk bersinergi dengan Polri dan lembaga terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama tahapan Pemilu 2024 sehingga pesta demokrasi tersebut dapat berjalan dengan aman dan damai.
“Beraudensi dengan para Ulama dengan menitipkan pesan agar menghimbau warga masyarakat Kecamatan Senori turut menciptakan Pemilu 2024 yang aman dan damai sehingga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tutur Kapolres Tuban AKBP Suryono, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Senori Iptu Bambang Edi Nofantoro, S.H., Selasa (16/1/2024).
Lebih jauh Pak Bambang sapaan akrab Kapolsek Senori menjelaskan bahwa Kecamatan Senori penduduknya adalah agamis. Warga lebih mudah menerima nasehat atau himbauan yang diberikan oleh para Kyai atau Ulama. Oleh karenanya kita laksanakan silaturrahmi ke Ulama dengan harapan para Ulama membantu Polri untuk menghimbau masyarakat menciptakan pemilu yang damai.
Sementara itu K.H. Abdullah Hasim memberikan dukungan atas upaya-upaya dari Kepolisian dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Khususnya menjelang pelaksanaan pesta demokrasi yang meliputi pemilihan Presiden, DPR, DPRaD dan DPD. Kyai karismatik ini juga siap membantu Polri untuk memberikan nasehat kepada santri dan warga masyarakat untuk menciptakan pemilu damai.
“Islam adalah agama yang cinta damai,
jangan karena pilihan kita dalam Pemilu nanti berbeda lalu terjadi
perpecahan, pilihan boleh beda tapi persatuan dan kesatuan harus tetap
dijaga,” tutur Gus Hasim.






