Survei Politik Berpotensi Dijadikan Sarana Kampanye, AMSI Jatim Ingatkan Publik Hati – hati

0
73

SURABAYA – Mencermati maraknya survei tentang Pilpres 2024 yang akurasinya perlu divalidasi lagi, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur meminta masyarakat untuk berhati-hati.

Sebab, ada potensi hasil survei yang kebenarannya perlu dipertanyakan lagi itu berpotensi digunakan sarana untuk kampanye.

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim Dr. Arief Rahman mengatakan, sejumlah hasil survei yang dipublikasikan saat ini, menurutnya sebagian besar jauh dari realitas pendapat publik selama ini.

Hasil survei tidak sepenuhnya menggambarkan pendapat dan sikap politik masyarakat.

“Misal kandidatnya dari Jakarta, tapi hasil survei elektabilitasnya tinggi di wilayah Jatim. Sedangkan, mereka jarang hadir di sini. Itu rasa-rasanya tidak masuk akal dan kurang realistis,” kata Arief, Kamis (19/10).

Arief mengendus adanya strategi kampanye untuk meraih simpati dan suara publik, melalui cara tersebut.

Apalagi, hasil temuannya ada yang menunjukkan hasil survei tersebut sangat ekstrim dalam perolehan elektabilitas para calon.

Menurutnya, masih banyak suara yang tersembunyi yang belum diekspresikan warga Jatim. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dan teliti untuk menentukan arah politiknya dalam Pemilu 2024 mendatang.

“Jangan sampai publik tersesat dengan mengacu pada hasil survei yang belum jelas tersebut. Tentunya, masih banyak suara masyarakat yang hingga kini belum terungkap, dan itulah yang akan sangat menentukan arah politik,” ungkap Koordinator Wilayah AMSI Jatim, Jateng dan DIY ini.

Arief juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Jatim agar tidak terjebak dalam dukung mendukung calon hanya berdasarkan hasil survei. Apalagi sampai ke arah fanatisme buta tanpa mengedepankan akal sehat.

“Kita jaga bersama Jawa Timur agar jauh dari gesekan dan konflik sosial. Jangan sampai hanya berpedoman dari hasil survei yang masih belum menggambarkan kenyataan,” pungkas Arief Rahman. (*)

Polres Nganjuk Libatkan Ulama Kamtibmas dalam Program Polisi Santri

NGANJUK – Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., mengungkapkan guna mempertebal keimanan dan memperteguh mental anggotanya, Polres Nganjuk Polda Jatim menggelar program Polisi Santri dikemas dalam pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) dengan melibatkan ulama Kamtibmas.

Program Polisi Santri dilaksanakan di masjid Al- Ikhlas Polres Nganjuk, diisi dengan tausiyah Kyai Haji Ansori, salah satu ulama kamtibmas Polres Nganjuk, diikuti oleh seluruh Pejabat Utama (PJU), Taruna Akpol serta  anggota Polres Nganjuk,Polda Jatim.

AKBP Muhammad menyebut pelaksanaan kegiatan Polisi Santri bertujuan untuk memperteguh jiwa dan keimanan dalam menghadapi tugas-tugas pelayanan masyarakat.

“Landasan utama yang harus dimiliki anggota Polri dalam melayani  masyarakat adalah keteguhan jiwa dan keimanan yang kuat untuk memperoleh keikhlasan sehingga tugas – tugas yang dilaksanakan bernilai ibadah,” tutur Kapolres Nganjuk, Jumat (20/10).

Ia berharap melalui program Polisi Santri yang melibatkan para ulama Kamtibmas, agar para anggotanya dapat mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam setiap aspek kehidupan mereka, termasuk dalam melaksanakan tugas-tugas penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Kyai Haji Ansori menyambung tausiyahnya dengan menekankan pentingnya kesucian hati dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas kepolisian.

“Kesucian hati dan keikhlasan adalah kunci utama dalam menjalankan tugas kepolisian dengan integritas dan kejujuran,”tutur , Kyai Haji Ansori. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here