Terinspirasi Cerita Bu Tejo, Puluhan Ibu-ibu Naik Truk Terjaring Petugas di Perbatasan Jatirogo-Sale

0
204

Tuban – Operasi ketupat Semeru 2021 telah berakhir pada (17/05). Berakhirnya Operasi tersebut berdasarkan surat telegram Kapolda Jatim nomor STR/526/V/OPS.1.1/2021 tanggal 16 Mei 2021 tentang Pemberakhiran Ops ketupat Semeru 2021.

Meski Operasi Ketupat Semeru 2021 telah berakhir pada (17/05), Namun Kepolisian Resor Tuban tetap melakukan pengetatan perjalanan di pos perbatasan Jateng-Jatim hingga 24 Mei mendatang.

Kegiatan tersebut sesuai dengan addendum Surat Edaran (SE) no 13 tahun 2021 tentang pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dan surat telegram Kapolda Jatim nomor STR/525/OPS.2/2021 tanggal 15 Mei 2021 tentang Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pasca Operasi Ketupat Semeru 2021.

Dalam pelaksanaan pengetatan persyaratan perjalanan yang dilakukan di perbatasan Jateng-Jatim Pos Penyekatan Jatirogo Kamis (20/05) kemarin, petugas menghentikan sebuah kendaraan Dump truk yang digunakan untuk mengangkut puluhan orang.

Sebanyak 33 orang yang berada di dalam bak truk merupakan warga desa Ngepon Kecamatan Jatirogo yang berencana akan berlibur tempat wisata pemandian sumber semen Desa Tahuna Kecamatan Sale Rembang. Setelah dilakukan pemeriksaan suhu tubuh oleh petugas, Rombongan tersebut kemudian diarahkan untuk putar balik karena tidak sesuai dengan peruntukannya.

Kepada petugas, Rusdianto (25) Sopir Dump Truk mengaku hanya mengantar Rombongan yang akan berwisata ke pemandian sumber semen yang ada di wilayah kecamatan Sale kabupaten Rembang

“Cuma antar saja pak mau ke pemandian sumber semen, Ucap Rusdianto kepada Petugas

Ia mengaku mengetahui bahwa Penyekatan yang dilaksanakan Kepolisian sudah berakhir”Saya tahunya Penyekatan sudah selesai kemarin tanggal 17″ Imbuhnya

Kepala Kepolisian Resor Tuban AKBP Ruruh Wicaksono, S.I.K., S.H., M.H., Jum’at (21/05) saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Iya kemarin di pos penyekatan Jatirogo-Sale petugas menghentikan dan memeriksa sebuah truk, ternyata isinya puluhan orang yang mayoritas ibu-ibu dan anak-anak” Ucap Polisi asal Ngawi itu.

“Karena Kendaraan ini tidak sesuai dengan peruntukannya, dan tidak bisa menunjukkan surat-surat persyaratan perjalanan akhirnya kita putar balik kita kembalikan setelah seluruh penumpangnya dilakukan pengecekan suhu tubuhnya” Imbuhnya.

“Seharusnya truk hanya digunakan untuk mengangkut barang, Ini terkait dengan keselamatan penumpang, angkutan barang dibuat mengangkut orang itu dilarang sangat membahayakan” Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here